Recent Posts

Sabtu, 19 November 2011

TERONG ASAM PEDAS


- 3 buah terong utuh,dibelah tengahnya tetapi tidak putus
- 5 sendok makan minyak goreng
- 1/2 + 1/8 sendok teh cuka
- 1/4 sendok teh merica bubuk
- 4 sendok ebi dihaluskan
BUMBU TUMBUK KASAR
- 6 buah cabai merah
- 8 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
CARA MEMBUAT
1.goreng terong hingga layu sambil di bolak - balik ,sisihkan
2.tumis bumbu hingga harum ,tambahkan cuka
3.masukan garam ,merica, dan  ebi lalu aduk hingga matang
4.tuangkan ke atas terong lalu hidangkan


by : uswa   2/IV/2003 sedap

Sabtu, 12 November 2011

Rumah BacaKu..............


   Tak terasa sudah satu bulan rumah bacaku berdiri, pastilah banyak suka duka yang dirasakan, mulai dari belum adanya anggota juga keterbatasan jumlah koleksi buku di Rumah Belajar Mentari (RBM) yang hanya sedikit. Namun itu tak membuat kami  patah arang. 

   Masih terngiang dalam ingatan bagaimana mendatangkan anak-anak agar "mampir" ke RBM kami, yaitu dengan memanggil anak -  anak yang melewati RBM seusai pulang sekolah. Kebetulan rumah baca kami terletak di pinggir jalan sehingga di lalui banyak orang termasuk anak anak saat berangkat, pulang sekolah  dan mengaji.

   Mula-mula kami mengenalkan RBM serta koleksi buku yang kami punya, yang saat itu sekitar + 100 buah. Ternyata ajakan kami membuahkan hasil, jumlah member RBM yang pada saat awal hanya berjumlah 8 orang sekarang sudah berjumlah 208 orang dengan jenjang pendidikan mulai dari TK s/d ibu PKK Desa Gayam, jumlah yang sangat besar untuk rumah baca yang hanya berukuran 3m x 4,5m. Kami juga mensosialisasikan RBM ke sekolah-sekolah yang ada di Desa Gayam (3 sekolah SDN dan 1 MI) dan alhamdulillah kami mendapatkan respon yang sangat baik dari bapak kepala sekolah maupun dari guru di SD Gayam. 

    Untuk menambah jumlah koleksi buku RBM, tak segan kami meminta bantuan  ke tetangga, sodara, teman dan sahabat serta koleksi pribadi pengurus RBM, dan alhamdulillah jumlah koleksi sekarang sudah mencapai 400 buah. Tak jarang kami juga menjual botol bekas Aqua maupun kardus bekas untuk membeli buku bekas maupun  baru untuk menambah koleksi buku kami. Dengan jumlah member yang semakin banyak dan jumlah buku yang sedikit menyebabkan kami tidak bisa memenuhi minat baca bagi seluruh warga di desa gayam.

   Harapan kami bisa mewujudkan rumah baca untuk tiap  dusun bisa tercapai sehingga wawasan warga khususnya desa gayam semakin luas. Namun karena kurangnya dana, sarana dan prasarana serta jumlah pengurus yang sedikit kami belum bisa mewujukan impian itu, kami yakin bahwa selama niat dan tujuan kita baik pasti orang lain akan membantu, Apakah juga termasuk Anda???. ............



Kamis, 10 November 2011

Belajar Untuk Semua..


Kami adalah pendiri Rumah Belajar Mentari yang bergerak dibidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Ide berdirinya rumah belajar ini bermula dari keprihatinan saya melihat kondisi khususnya perempuan Desa gayam yang sangat rendah pendidikanya. Rata - rata mereka lulusan SD bahkan yang paling mencengangkan mereka drop out SD sehingga kebanyakan dari mereka ada yang tidak bisa baca tulis ( buta aksara). Karena tidak adanya biaya serta motivasi dari orang tua tentang pentingnya pendidikan ditambah lagi  anggapan bahwa "perempuan tempatnya ada di dapur" menyebabkan banyak perempuan usia produktif yang sudah dinikahkan sehingga tak jarang di usia yang cukup muda banyak yang sudah mempunyai anak bahkan sudah ada yang bercerai. Karena  rendahnya tingkat pendidikan dan skill yang kurang menyebabkan banyak remaja putri yang bekerja di luar kota dan mereka bekerja sebagai PSK( pekerja seks komersil).

Adapun Program program kami adalah :
  1. Rumah Baca: Saat ini rumah baca kami sudah memiliki koleksi sejumlah 400 buah dengan jumlah member sebanyak 208 orang dari TK s/d Ibu2 PKK.
  2. Bimbingan Belajar : kami memberikan bimbingan belajar secara gratis kepada anak2 khususnya anak2 yang tidak mampu mulai dari kelas 3 SD s/d SMP. Harapan kami agar anak2 bisa bersaing dan berprestasi.
  3. Ketrampilan yang kami khususkan untuk remaja putri serta ibu2 untuk menambah income keluarga serta menjadi perempuan yang mandiri.
  4. Tari : kami bekerja sama denga adik2 SMP untuk mengenalkan tari kepada adik2 agar mengenal tari tradisional dan mencintai budaya indonesi.
  5. Penyuluhan dan pemutaran film tentang reproduksi wanita yang kami tujukan untuk remaja putri dan ibu2 dengan harapan mereka mengerti tentang reproduksi wanitanya sehingga bisa menjaga kesehatan serta berhati2 dalam bertindak.
  6. Mengadakan Kejar Paket , harapan kami supaya perempuan desa bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dan supaya tidak minder.
  7. Mengadakan PAUD dan POS PAUD.

Kegiatan Kami gratis untuk mereka, harapan kami dengan Rumah Belajar ini bisa menampung inspirasi perempuan yang sudah termarjinalkan menjadi perempuan yang inovatif, cerdas dan mandiri.  Dengan keterbatasan dana, sarana, prasarana serta tenaga kami berharap rumah belajar ini tetap exsis dan bisa berbagi dengan orang lain. 

Jadi para pembaca sekalian dapat membayangkan besar dana yang kami butuhkan untuk mengembangkan rumah belajar ini, karena itu kami tak pernah bosan untuk meminta uluran tangan dari para pembaca untuk membantu perkembangan rumah belajar mentari baik berupa dana maupun sumbangsih pemikiran.

Terima Kasih........