Kami adalah pendiri Rumah Belajar Mentari yang bergerak dibidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Ide berdirinya rumah belajar ini bermula dari keprihatinan saya melihat kondisi khususnya perempuan Desa gayam yang sangat rendah pendidikanya. Rata - rata mereka lulusan SD bahkan yang paling mencengangkan mereka drop out SD sehingga kebanyakan dari mereka ada yang tidak bisa baca tulis ( buta aksara). Karena tidak adanya biaya serta motivasi dari orang tua tentang pentingnya pendidikan ditambah lagi anggapan bahwa "perempuan tempatnya ada di dapur" menyebabkan banyak perempuan usia produktif yang sudah dinikahkan sehingga tak jarang di usia yang cukup muda banyak yang sudah mempunyai anak bahkan sudah ada yang bercerai. Karena rendahnya tingkat pendidikan dan skill yang kurang menyebabkan banyak remaja putri yang bekerja di luar kota dan mereka bekerja sebagai PSK( pekerja seks komersil).
Adapun Program program kami adalah :
- Rumah Baca: Saat ini rumah baca kami sudah memiliki koleksi sejumlah 400 buah dengan jumlah member sebanyak 208 orang dari TK s/d Ibu2 PKK.
- Bimbingan Belajar : kami memberikan bimbingan belajar secara gratis kepada anak2 khususnya anak2 yang tidak mampu mulai dari kelas 3 SD s/d SMP. Harapan kami agar anak2 bisa bersaing dan berprestasi.
- Ketrampilan yang kami khususkan untuk remaja putri serta ibu2 untuk menambah income keluarga serta menjadi perempuan yang mandiri.
- Tari : kami bekerja sama denga adik2 SMP untuk mengenalkan tari kepada adik2 agar mengenal tari tradisional dan mencintai budaya indonesi.
- Penyuluhan dan pemutaran film tentang reproduksi wanita yang kami tujukan untuk remaja putri dan ibu2 dengan harapan mereka mengerti tentang reproduksi wanitanya sehingga bisa menjaga kesehatan serta berhati2 dalam bertindak.
- Mengadakan Kejar Paket , harapan kami supaya perempuan desa bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dan supaya tidak minder.
- Mengadakan PAUD dan POS PAUD.
Kegiatan Kami gratis untuk mereka, harapan kami dengan Rumah Belajar ini bisa menampung inspirasi perempuan yang sudah termarjinalkan menjadi perempuan yang inovatif, cerdas dan mandiri. Dengan keterbatasan dana, sarana, prasarana serta tenaga kami berharap rumah belajar ini tetap exsis dan bisa berbagi dengan orang lain.
Jadi para pembaca sekalian dapat membayangkan besar dana yang kami butuhkan untuk mengembangkan rumah belajar ini, karena itu kami tak pernah bosan untuk meminta uluran tangan dari para pembaca untuk membantu perkembangan rumah belajar mentari baik berupa dana maupun sumbangsih pemikiran.
Terima Kasih........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar